Berkunjung ke Gedung Sate

Bagi banyak orang, nama Gedung Sate tentulah sudah sangat familiar. Tapi rasanya, banyak orang, walaupun warga kota Bandung belum pernah masuk ke kompleks gubernuran ini. Adalah sekelompok ubu yang bercerita kepada Bu Yustin, bahwa walaupun mereka sudah lama tinggal di Bandungm tapi mereka belum pernah masuk ke Gedung Sate. Kira-kira seperti apa ya kondisi didalamnya?

Bu Yustin meminta supaya mereka mengumpulkan sekitar 30 orang, untuk kemudian dibawa berkunjung ke Gedung Sate. Bu Dien ternyata sangat gesit menanggapi permintaan ini. Beliau mengumpulkan para ibu yang berasal dari Paguyuban Monosuko, PSE, lingkungan-lingkungan (Bu Lies, Bu Trie, dan Bu Theo). Rombongan Martinus Ceria, namanya.

Hari Sabtu, 3 Desember 2016, mereka berangkat dari gereja pada jam 8.00 dan sampai di tempat sekitar pukul 9.00. mereka disambut oleh bapak Yanto, pemandu yang sekaligus akan mendampingi rombongan St. Martinus. Kebetulan, ada rombongan laun yang berasal dari Magelang, sehingga suasana menjadi ramai. Untuk mendengar penjelasan tentang gedung bersejarah ini, mereka dibawa ke lantai utama.

Pak Yanto menjelaskan bahwa gedung ini mulai dibangun pada tanggal 27 Juli 1920, dengan Ir. John Gerber (Belanda) sebagai arsiteknya. Pembangunan memerlukan 200 orang pekerja, termasuk 150 pemahat batu dan pemahat kayu yang didatangkan dari Cina. Pada awalnya bernama GB (Gouverments Bedrijven), yang sesudah merdekan berganti menjadi Gedung Sate. Diatas menara ini dibuat seperti tusuk sate (6 “daging”) yang merupakan symbol dari dana yang dihabiskan (6 juta Gulden).

Sebenarnya, di kota Bandung ada larangan untuk membangun gedung yang tingginya melebihi tinggi Gedung Sate. Itu karena di lantai utama ditempatkan sirine yang akan dibunyikan bila ada gempa/perang. Bunyinya dapat terdengar hingga jarak 20 KM. Nah jika ada gedung lain yang tingginya melebihi tinggi Gedung Sate, tentu saja dapat menghalangi bunyi sirine.

Gedung sate terdiri dari 5 lantai: 1) lantai bawah merupakan tempat parkir; 2) lantai pertama adalah kantor Gubernur; 3) lantai 2 adalah kantor Wakil Gubernur; 4) lantai ketiga merupakan lantai pameran; 5) lantai utama merupakan tempat Gubernur menerima tamu-tamu penting.

Bahagianya dapat berkunjung dan mengenal Gedung Sate, salah satu gedung bersejarah di kota Bandung. Apalagi dari sana, mereka masih dijamu makan siang. Terima kasih kepada bapak Yoseph dan Bu Yustin yang sudah menemani jalan-jalan dan menjamu makan siang mereka dan pak Yanto yang memandu kita. Berkat Tuhan selalu bagi keluarga anda.

Baptisan:
Baptisan balita diadakan per 2 minggu sekali, baptisan dewasa per 1 tahun sekali.

Formulir dapat diunduh melalui tautan berikut:


Pernikahan:

Sakramen pernikahan dapat diadakan pada hari Sabtu atau Minggu. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Perminyakan:
Sakramen perminyakan sesuai dengan janji. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Data Wilayah

Baru pindah rumah dan tidak tahu masuk ke wilayah mana dan harus menghubungi siapa?

Jangan panik! Mang Umar ada solusinya! Silahkan kamu cek link ini untuk mencari data wilayah di paroki St. Martinus

Jadwal Pelayanan Sekretariat

Senin, Rabu, Kamis, Jumat: 07.30 – 12.00 & 16.40 – 19.00
Selasa, Sabtu: 07.30 – 12.00
Hari Minggu dan hari libur tutup

Alamat Sekretariat
Komplek Kopo Permai Blok H No. 4
Telp. 022-540-4263
Whatsapp +62 822-6055-3066

Jadwal Misa

Misa Harian
Senin – Sabtu di gereja pukul 06.00. Misa di Pastoran sementara waktu ditiadakan.

Minggu:
• 06.00
• 08.00
• 10.00

Sabtu:
• 18.00

COPYRIGHT © 2015 BERGEMA BY TIM KOMSOS ST. MARTINUS.