Keluarga Kudus: Teladan Keluarga Kita

Serangkaian kegiatan mewarnai bulan Rosario, Oktober 2017 ini. Keuskupan Bandung mencanangkan 3 tahun, 2016 – 2018, sebagai Tahun Keluarga. Maka kegiatan kita di bulan Oktober ini, disesuaikan dengan tema tersebut…

Kesempatan Kedua

Misa Sabtu sore, 30 September 2017, terasa spesial. Membuka bulan Oktober, umat Paroki St. Martinus melaksanakan prosesi perarakan Patung Keluarga Kudus dengan hikmat dan meriah. Diawali dari tempat parkir sebelah barat hingga pintu masuk utama gereja. Perarakan dipimpin oleh Romo Willy. Seluruh umat, petugas liturgi, dan empat keluarga pengiring mengikuti sambil mendaraskan doa Salam Maria dan nyanyian ‘Ya Namamu Maria’. Patung yang dihiasi dengan bunga-bunga yang sangat indah, ditandu oleh para OMK. Sesampainya di depan pintu utama, Romo Willy memberkati dan memercikinya. Kemudian patung ini ditahtakan di altar.

Dalam homilinya Romo Willy mengingatkan bahwa “setiap orang memiliki kesempatan yang kedua untuk memperbarui diri, meskipun ia pernah mengalami masa lalu yang kelam. Ia berhak menerima kesempatan yang kedua untuk diperbarui, menerima rahmat dan berkat yang lebih penuh dari Allah sendiri”.

Romo Willy menayangkan slide yang menceritakan tentang seorang rahib/pertapa bernama Thomas Merton O.C.S.O, yang masa lalunya adalah seorang Atheis. Di kemudian hari beliau menyadari bahwa ia adalah orang yang berdosa. Akhirnya dia kembali kepada Tuhan dan melaksanakan banyak pelayanan yang ditulis dalam buku-bukunya.

Lebih lanjut, secara khusus Romo menyatakan bahwa dalam keluarga tidak ada papa, mama, anak yang ideal. Renungkanlah: hargailah papa, mama, atau anak kita dalam proses berubah setiap hari, satu demi satu menjadi lebih baik. Selamat menyambut bulan Rosario dengan semakin tekun berdoa dan jadikanlah langkah awal untuk merubah arah menjadi lebih baik dengan berdoa bersama keluaga.

Prosesi Lilin

Misa Sabtu sore, 21 Oktober 2017 berakhir sudah. Romo Willy memberikan berkat penutupnya. Sontak lampu-lampu di gereja sebagian besar dimatikan, sehingga gereja dalam suasana temaram. Lilin-lilin umat yang memang telah disediakan dari awal mulai dinyalakan.

Janganlah cemas, janganlah takut di dalam Tuhan berlimpah rahmat, janganlah cemas, janganlah takut serahkan Tuhan…” lirik lagu Taize yang menenteramkan mengiringi persiapan petugas penandu patung Keluarga Kudus (4 orang OMK). Tak lama kemudian, perarakan pun dimulai. Secara tertib umat berarak mengikuti para petugas penandu dan petugas liturgi menuju ruang Melkisedek.

Lagu Ave Maria dan doa Salam Maria, mengiringi prosesi ini. Tampak begitu indah. Di kelam malam nyala lilin-lilin kecil menerangi perjalanan patung Keluarga Kudus. Prosesi berakhir di Ruang Melkisedek di mana Patung Keluarga Kudus ditahtakan. Di ruang tersebut berkumpul umat yang akan mengikuti 15 jam doa Rosario untuk menghormati Bunda Penolong Abadi, Bunda Maria.

Rosario 15 Jam

Ibadat Rosario 15 jam pun dimulai dengan peserta umum, kebanyakan mereka yang selesai mengikuti Misa sore itu. Ibadat pertama ini dipimpin oleh pengurus DPP. Tampak hadir juga Rm. Willy yang kemudian memberi berkat di akhir sesi pertama ini.

Sesudah peserta umum selesai, dilanjutkan oleh peserta dari wilayah-wilayah, Legio Maria, anak-anak yang mengikuti Pendidikan Agama Katolik (tingkat SMA, SMP, SD) secara bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat.

Dalam pelaksanaan doa Rosario 15 jam ini, panitia mengapresiasi para peserta dari tiap kelompok. Mereka terlihat sangat antusias. Peser ta berkisar antara 15 – 30 orang per kelompok. Bahkan ada yang di atas 30 orang. Ada yang datang masingmasing, tetapi lebih banyak yang datang secara bersama-sama.

Walaupun ada Korwil yang berhalangan, warganya tetap hadir tepat waktu. Guna menghangatkan badan dan mengusir rasa kantuk, panitia juga menyediakan aneka makanan/minuman hangat. Hal ini dirasakan manfaatnya oleh peserta, terutama mereka yang bertugas di atas jam 12 malam. Agar tepat waktu, panitia menerapkan kode untuk setiap pergantian peserta, disampaikan pada masing-masing Korwil/pemimpinnya. Itu pun masih ada yang meleset sekitar 5 menit.

Ada beberapa masukan dari peserta: rangkaian doa tersebut dirasa terlalu panjang sehingga waktu yang diberikan tidak cukup, yang menyebabkan beberapa materi tidak dinyanyikan/didoakan. Juga masukan dari Rm. Sahid, dimana seharusnya ada waktu hening yang cukup untuk berdoa secara pribadi. Hal ini baik bila dapat diterapkan untuk kegiatan sejenis di masa mendatang.

Giliran terakhir adalah dari kelompok PAK tingkat SD. Siapa yang bilang bahwa mereka tidak dapat mengikuti acara ini dengan baik? Justru suasana terasa berbeda dengan “suara-suara malaikat” mereka. Seluruh doa dijalankan, 1 jam pas. Akhirnya ibadat Doa Rosario 15 jam berakhir tepat pukul 09.15, Minggu 22 Oktober 2017.

Final: Patung Keluarga Kudus Diarak Kembali Menuju Gereja

Jam menunjukkan pukul 09.45 ketika prosesi pengembalian patung Keluarga Kudus dimulai. Kali ini, Romo Gandhi yang memimpin prosesi ini. Persiapan untuk para petugas, sudah dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu. Romo Gandhi diiringi oleh misdinar, petugas liturgi, keluarga-keluarga, dan umat yang berbaris berarak membawa patung Keluarga Kudus dari ruang Melkisedek, menyusuri lapangan parkir mobil dan berakhir di pintu masuk utama gereja. Kali ini perarakan diiringi dengan lagu Ratu Rosari yang juga dilengkapi dengan doa Salam Maria. Santo Yosef yang menjaga keluarga Nazareth…dinyanyikan ketika patung sampai di depan pintu utama gereja.

Ya, betapa pun juga, keluarga Kudus Nazaret menjadi lengkap dan terlindungi berkat Santo Yosef, penjaganya yang setia. Selanjutnya Patung Keluarga Kudus ditahtakan kembali di dalam gereja, di dekat altar.

Puji Syukur ke hadirat Allah yang Maha Kuasa, karena pada saat acara-acara ini berlangsung, cuaca sangat mendukung, tidak turun hujan. Allah memberkati seluruh umat St. Martinus dengan memperkenankan acara tersebut berlangsung dengan hikmat dan meriah.

Terima kasih kepada Romo Willy sebagai pendamping, Rm. Sahid dan Rm. Gandhi, seluruh panitia, para petugas penandu dari OMK, dan keluarga-keluarga dari wilayah Kana, DPP St. Martinus, petugas perangkai bunga, petugas parkir, petugas tata tertib, dan seluruh umat dalam lingkungan dan wilayah yang keterlibatannya begitu tinggi, sehingga seluruh acara dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Adakah Bunda tersenyum melihat sembah bakti yang kita berikan? Tentu beliau akan lebih bersuka ketika teladan yang diberikan lewat keluarga Kudus Nazareth dapat kita teruskan dalam keluarga kita masing-masing… Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria menyertai. (Angel/St. Theresia – Jeffrey/St. Koleta – Retno/St. Theresia)

Baptisan:
Baptisan balita diadakan per 2 minggu sekali, baptisan dewasa per 1 tahun sekali.

Formulir dapat diunduh melalui tautan berikut:


Pernikahan:

Sakramen pernikahan dapat diadakan pada hari Sabtu atau Minggu. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Perminyakan:
Sakramen perminyakan sesuai dengan janji. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Data Wilayah

Baru pindah rumah dan tidak tahu masuk ke wilayah mana dan harus menghubungi siapa?

Jangan panik! Mang Umar ada solusinya! Silahkan kamu cek link ini untuk mencari data wilayah di paroki St. Martinus

Jadwal Pelayanan Sekretariat

Senin, Rabu, Kamis, Jumat: 07.30 – 12.00 & 16.40 – 19.00
Selasa, Sabtu: 07.30 – 12.00
Hari Minggu dan hari libur tutup

Alamat Sekretariat
Komplek Kopo Permai Blok H No. 4
Telp. 022-540-4263
Whatsapp +62 822-6055-3066

Jadwal Misa

Misa Harian
Senin – Sabtu di gereja pukul 06.00. Misa di Pastoran sementara waktu ditiadakan.

Minggu:
• 06.00
• 08.00
• 10.00

Sabtu:
• 18.00

COPYRIGHT © 2015 BERGEMA BY TIM KOMSOS ST. MARTINUS.