Make me a channel of Your peace…” sebuah lagu sarat makna yang diciptakan oleh Sebastian Temple (1928-1977) berdasarkan doa damai yang ditengarai berasal dari doa pribadi St. Fransiskus Asisi. Ia memohon kepada Tuhan untuk dijadikan sarana pendamaian bagi dunia.
Giovanni Francesco Bernardone lahir di Asisi (1182), di tengah keluarga yang kaya raya. Pengalaman ditangkap, dipenjarakan, hingga jatuh sakit, menyebabkan dia memutuskan untuk menyerahkan seluruh diri dan hidupnya kepada Tuhan. Ia hidup sesuai petunjuk Yesus, “Barangsiapa yang mau mengikuti Aku, ia harus menjual segala miliknya dan membagikannya kepada orang miskin.”
Setiap 1 Januari kita memperingati hari Perdamaian Dunia. Tahun 2019 ini, kita pun memasuki tahun politik. Aroma kebencian, kecurigaan terhadap kelompok lain, berita hoax, bahkan sentimen keagamaan, rasanya begitu mengental. Semua demi kepentingan politik praktis semata. Apa kata para pemimpin agama kita? Itulah fokus Bergema kita kali ini.
MoWah mengingatkan bahwa panggilan kita, umat Katolik, adalah untuk menjadi agen perubahan dunia ke arah yang lebih baik. Sementara MoSis mengajak kita untuk menghidupi Pancasila, dalam rangka menjalani kehidupan bersama dengan sesama warga di sekitar kita. Bagaimana dengan perwakilan agama-agama lain yang ada di sekitar kita? Cobalah simak fokus OMK.
Lipsus (Liputan Khusus) dari syukuran pesta emas imamat Rm. Liem, ditulis khusus dalam edisi ini. Semoga Anda yang tak berkesempatan menghadirinya dapat juga menimba apa yang dibagikan dalam peristiwa rahmat tersebut. Juga jadwal kegiatan rutin sepanjang 2019, ada dalam edisi ini. Jangan lewatkan juga kaleidoskop sepanjang tahun 2018.
Semoga buah-buah Roh: kasih, sukacita, dan damai sejahtera, yang diyakini dapat mengatasi dunia yang penuh dengan kebencian, kecurigaan, kekecewaan, dan kesedihan seperti yang disampaikan oleh St. Fransiskus dari Asisi dapat kita tiru dan terapkan dalam kehidupan kita setiap saat.
Selamat tahun baru 2019, selamat menjadi agen perubahan dunia, dan selamat membaca.