Pertobatan, Mendatangkan Sukacita

Minggu Biasa ke-4 – Minggu, 3 Februari 2019
BcE. Yes. 1: 4 – 5. 17 – 19; 1Kor. 12: 31 – 13: 13; Luk. 1: 21 – 30

Dalam bacaan pertama nabi Yesaya memperingatkan bahwa bangsa Israel akan mengalami penderitaan akibat dari kesalahan, kejahatan, dan perilaku buruk mereka. Terlebih karena mereka meninggalkan Tuhan Allah, yang Mahakudus (bdk. Yes. 1: 4). Ia sekaligus menyampaikan petunjuk, bahwa Allah akan mengampuni dosa dan meluputkan bangsa Israel dari penderitaan, apabila mereka mau mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan, yaitu melakukan perbuatan baik, mengusahakan keadilan, membela hak anak-anak yatim, dan memperjuangkan kepentingan para janda (bdk. Yes 1: 17-19).

Bagi kita pun sabda Tuhan ini merupakan suatu peringatan dan sekaligus tawaran atau ajakan untuk bertobat. Kita diingatkan bahwa apabila dosa dibiarkan hidup dalam diri kita, akibatnya adalah penderitaan. Namun apabila kita bertobat, maka kita akan memperoleh pengampunan, sehingga kita diluputkan dari penderitaan dan dianugerahi keselamatan serta sukacita.

Bertobat dalam pengertian yang lebih mendalam, bukan semata-mata berhenti dari perbuatan buruk yang mendatangkan dosa, melainkan suatu sikap batin yang selalu diarahkan untuk setia mengikuti dan melaksanakan segala kehendak Tuhan. Contohnya seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon, dan Naaman orang Siria yang diceritakan dalam bacaan Injil hari ini. (Luk. 1: 21-30) Di situ Yesus mengingatkan kepada orang-orang sekampung halaman-Nya, bahwa ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri, yang diselamatkan Allah melalui Elia bukanlah perempuan-perempuan Israel, melainkan seorang perempuan, janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Demikian juga ketika banyak orang kusta di Israel, yang disembuhkan Allah melalui nabi Elisa bukan mereka, melainkan Naaman orang Siria. Kedua orang tersebut diselamatkan oleh Allah dan dibebaskan dari segala penderitaan, karena hidup mereka berkenan kepada Allah, meskipun mereka bukan bangsa Israel, umat pilihan Allah. (Tarcisius Endang D./Bidang Pewartaan)

Baptisan:
Baptisan balita diadakan per 2 minggu sekali, baptisan dewasa per 1 tahun sekali.

Formulir dapat diunduh melalui tautan berikut:


Pernikahan:

Sakramen pernikahan dapat diadakan pada hari Sabtu atau Minggu. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Perminyakan:
Sakramen perminyakan sesuai dengan janji. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Data Wilayah

Baru pindah rumah dan tidak tahu masuk ke wilayah mana dan harus menghubungi siapa?

Jangan panik! Mang Umar ada solusinya! Silahkan kamu cek link ini untuk mencari data wilayah di paroki St. Martinus

Jadwal Pelayanan Sekretariat

Senin, Rabu, Kamis, Jumat: 07.30 – 12.00 & 16.40 – 19.00
Selasa, Sabtu: 07.30 – 12.00
Hari Minggu dan hari libur tutup

Alamat Sekretariat
Komplek Kopo Permai Blok H No. 4
Telp. 022-540-4263
Whatsapp +62 822-6055-3066

Jadwal Misa

Misa Harian
Senin – Sabtu di gereja pukul 06.00. Misa di Pastoran sementara waktu ditiadakan.

Minggu:
• 06.00
• 08.00
• 10.00

Sabtu:
• 18.00

COPYRIGHT © 2015 BERGEMA BY TIM KOMSOS ST. MARTINUS.