Memahami dan Menikmati Kidung Agung 5:9 – 6:3

Judul perikop ini, “Mempelai perempuan memuji mempelai laki-laki di hadapan puteri-puteri Yerusalem.” Karena itu, dalam ay. 9, puteri-puteri Yerusalem mengajukan dua pertanyaan tentang kelebihan sang kekasih pujaan (pria) dibandingkan dengan kekasih lain. Perhatikan bahwa puteri-puteri Yerusalem itu mengakui kejelitaan perempuan itu (hai jelita di antara wanita?). Mereka terdorong mengajukan pertanyaan itu karena di akhir bagian terdahulu, sang kekasih yang kasmaran itu menyumpahi mereka.

Lalu mulai dengan ay. 10 ada untaian pujian dari mempelai terhadap kekasih prianya: sang kekasih itu putih bersih dan merah cerah (ay. 10), sehingga ia tampak sangat mencolok di antara orang lain; kepalanya yang terlihat laksana emas (mungkin karena memakai mahkota atau topi istimewa dan mahal); Rambutnya “mengombak” dan berwarna hitam (ay. 11). Lalu ia lukiskan matanya. Rada sulit memahami metafora merpati itu. Tetapi yang dimaksud ialah mengenai mata yang indah dan lincah selincah gerakan merpati saat minum air di sungai atau mandi di kolam susu. Selanjutnya ia melukiskan pipinya (ay. 12), ini juga tidak mudah dipahami: maksudnya ialah pipi yang dihiasi cambang dan terukir rapih seperti orang menata bedeng rempah-rempah ataupun petak-petak rempah- rempah akar (ay. 13a), lalu keindahan bibirnya yang diibaratkan dengan bunga bakung yang berteteskan cairan mur (ay. 13b).

Dalam ay. 14 ia melukiskan tangan: lengannya yang kekar bulat dan dihiasi permata Tarsis (barang berharga mahal saat itu). Kira-kira seperti hiasan lengan pria dan wanita yang tampil dalam tari Ramayana di Prambanan itu. Tangan yang indah itu bercokol pada tubuh yang juga indah dan dilukiskan dengan ukiran gading bertabur batu nilam. Kiranya pakaiannya penuh dengan perhiasan mahal. Akhirnya, ia juga melukiskan kaki sang kekasih yang ia ibaratkan dengan tiang-tiang marmar putih. Ia tampak berdiri kokoh di atas landasan kokoh (ay. 15). Seluruh perawakan badannya laksana Gunung Libanon yang indah dan perkasa. Ia juga dilukiskan sebagai yang terpilih laksana pohon-pohon aras.

Setelah melukiskan sosok sang kekasih secara jasmani dengan memakai banyak metafora, akhirnya ia tidak lupa melukiskan sang kekasih dari sudut yang lain yaitu tutur katanya (ay. 16). Dikatakan bahwa tutur katanya manis dan menarik. Pokoknya benar-benar sempurna. Setelah itu, sang mempelai tadi mengatakan bahwa begitulah gambaran kekasihku (si pria idaman).

Setelah mendengar pemerian yang rinci dan indah itu, puteri-puteri Yerusalem pun bertanya tentang ke mana perginya sang kekasih, sebab mereka juga ingin membantu mencarinya (Kid. 6: 1). Menurut mempelai wanita itu (ay. 2), kekasihnya telah pergi bekerja ke lahan pertaniannya atau tempat pengolahan hasil pertanian (bedeng rempah-rempah). Ia juga pergi menggembalakan domba (peternak). Anehnya, ia menggembalakan domba itu dalam kebun. Sambil menggembalakan domba ia memetik bunga bakung. Makin aneh lagi. Karena itu saya menduga bahwa pemerian itu adalah metafora tentang upaya sang kekasih pria mencari kekasih wanitanya (sebab dalam bagian berikut, kita baca bahwa kekasih pria itu memuji kekasih wanita sebagai balasan atas pujian luhur yang ada di sini). Itu sebabnya dalam ay. 3 mempelai wanita dengan yakin berkata, “Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku, yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.” Dengan pemerian yang penuh percaya diri ini, tertutuplah pintu bagi puteri-puteri Yerusalem yang lain untuk mendapatnya walau mereka juga mendambakannya dengan berpura-pura ikut membantu menemukannya.

Baptisan:
Baptisan balita diadakan per 2 minggu sekali, baptisan dewasa per 1 tahun sekali.

Formulir dapat diunduh melalui tautan berikut:


Pernikahan:

Sakramen pernikahan dapat diadakan pada hari Sabtu atau Minggu. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Perminyakan:
Sakramen perminyakan sesuai dengan janji. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Data Wilayah

Baru pindah rumah dan tidak tahu masuk ke wilayah mana dan harus menghubungi siapa?

Jangan panik! Mang Umar ada solusinya! Silahkan kamu cek link ini untuk mencari data wilayah di paroki St. Martinus

Jadwal Pelayanan Sekretariat

Senin, Rabu, Kamis, Jumat: 07.30 – 12.00 & 16.40 – 19.00
Selasa, Sabtu: 07.30 – 12.00
Hari Minggu dan hari libur tutup

Alamat Sekretariat
Komplek Kopo Permai Blok H No. 4
Telp. 022-540-4263
Whatsapp +62 822-6055-3066

Jadwal Misa

Misa Harian
Senin – Sabtu di gereja pukul 06.00. Misa di Pastoran sementara waktu ditiadakan.

Minggu:
• 06.00
• 08.00
• 10.00

Sabtu:
• 18.00

COPYRIGHT © 2015 BERGEMA BY TIM KOMSOS ST. MARTINUS.