Hirup Kudu Sauyunan

Menengok rumah-rumah ibadat yang berjejeran di Kompleks Lanud Sulaiman membuat hati kita menjadi sejuk. Masjid indah Al-Huda yang bersih dan apik menyambut setelah kita memasuki Kompleks Lanud Sulaiman yang biasa kita masuki dari pintu IV. Satu tahap tak jauh, hanya kurang dari satu kilometer kita disambut oleh ornament indah yang mengingatkan kita akan Pulau Dewata, disanalah Pura Satya Akasa. Berseberangan Pura berdiri Gereja Katolik Santo Martinus. Dan saling berhadapan dengan Gereja Ouikumene dari saudara-saudari Kristen Protestan. Indah dan penuh dengan kedamaian apabila kita hidup sebagai saudara satu sama lain berdampingan meskipun berbeda keyakinan, berbeda cara beribadah dan penyembahan. Tetapi semua perbedaan itu tidak menjadikan kita asing dan terasing, melainkan mampu melihat kebaikan satu sama lain. Sesuai dengan kutipan Bahasa Sunda: Hirup Kudu Sauyunan…
Belajar Dari Fransiskus

Ketika merenungkan tentang tema topik bulan ini saya teringat akan sosok Fransiskus. Ada dua Fransiskus yang terlintas di benak saya ketika kita akan belajar tentang memahami dan mengapresiasi kerukunan beragama, khususnya dengan saudara kita yang berbeda iman dan kepercayaannya.

Pertama: Santo Fransiskus Asisi yang dengan berani mendekati Sultan Mesir demi mengupayakan perdamaian, sekalipun nyawanya menjadi taruhan. Di tengah Perang Salib, Sultan Mesir Malek al-Kamil, keponakan Saladin, menyatakan bahwa siapa pun yang menyerahkan padanya kepala orang Kristen akan diberi imbalan sepotong emas Bizantium. Pada Agustus 1219, pasukannya berhasil mempertahankan Benteng Damietta dan menewaskan sekitar 5.000 tentara salib.

Lalu, datanglah Santo Fransiskus dari Asisi. Awalnya, ia memohon kepada Kardinal Pelagius, komandan pasukan Kristen, untuk menghentikan pertempuran ini. Namun, Pelagius menolak. Fransiskus pun mengajak Bruder Illuminatus menemaninya melintasi garis pertempuran dengan berani tanpa senjata. Tentara Sultan menangkap Fransiskus dan Illuminatus, memukul mereka hingga babak belur lalu menyeret keduanya ke hadapan Sultan.

Fransiskus menyapa Sultan dengan salam, “Semoga Tuhan memberimu kedamaian.” Ini mirip dengan salam tradisional Muslim “assalam o alaikum” atau ‘salam bagimu’. Salam yang sontak mengejutkan Sultan, yang langsung terpesona oleh kekudusan Fransiskus. Fransiskus pun melanjutkan dengan sebuah renungan dari Injil. Sultan dapat melihat kasih yang mengalir dari Fransiskus. Ia kagum akan keberaniannya. Mereka berbicara bersama tentang kehidupan spiritual, dan merefleksikan tradisi masing-masing.

Fransiskus dan Sultan tidak ada yang berpindah keyakinan. Tetapi, mereka bertemu sebagai manusia ciptaan Allah. Tak lama setelah itu, ada beberapa ikonografi dari Timur yang menunjukkan kedua pria ini. Salah satu penasihat spiritual Sultan, mempunyai tulisan di nisannya bahwa yang mengubah hidupnya adalah pertemuan antara seorang biarawan Kristiani dengan Sultan.

Kedua, Paus Fransiskus. Setelah 800 tahun kehidupan Santo Fransiskus Asisi, ternyata sosoknya menginspirasi juga seorang pemimpin Gereja Katolik yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio. Nama itu dia pilih untuk menghormati seorang teladan dari Asisi (Italia) yang dikenal sebagai Santo Fransiskus. Jorge, kelahiran Argentina, tepatnya di Flores, Buenos Aires, 17 Desember 1936, yang terpilih sebagai Paus, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia pada 2013, tentu tidak sembarang memilih nama.

The Pope of Tenderness (Paus yang lemah lembut penuh kasih ini), diawal tahun 2019 rupanya ini membina kembali relasi indah yang pernah dahulu dijalin oleh Santo Fransiskus dengan Sultan di Arab (Palestina). Paus Fransiskus, pemimpin 1,3 miliar umat Katolik, delapan abad setelah peristiwa bersejarah itu, pada hari Minggu 3 Februari 2019, tiba di Abu Dhabi, ibukota negara Uni Emirat Arab. Peristiwa ini tentu saja bukan kebetulan. Pilihan hari, pilihan tahun, dan pilihan tempat tentu telah dipikirkan matang-matang oleh semua pihak yang terlibat. Tiga hari kunjungan di semenanjung Arabia benar-benar seperti pengulangan sejarah.

Kunjungan Paus ke semenanjung Arabia, ke negara muslim yang berpaham Wahabi, kemudian menyelenggarakan acara misa bersama 35 ribu pengunjung di dalam stadion dan lebih dari 100 ribu orang di luar stadion, adalah peristiwa yang terlalu besar dan terlalu bersejarah untuk dilewatkan. Peristiwa ini sangat besar karena bagi umat katolik di Uni Emirat Arab yang berjumlah kurang lebih satu juta orang, peristiwa ini mengesahkan keberadaan dan keberagamaan mereka.

Semoga kitapun selalu bisa mengusahakan dialog yang hidup dan juga apresiasi tentang kebaikan dengan saudara-saudari kita yang berbeda keyakinan dan iman. Tuhan memberkati.

Baptisan:
Baptisan balita diadakan per 2 minggu sekali, baptisan dewasa per 1 tahun sekali.

Formulir dapat diunduh melalui tautan berikut:


Pernikahan:

Sakramen pernikahan dapat diadakan pada hari Sabtu atau Minggu. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Perminyakan:
Sakramen perminyakan sesuai dengan janji. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Data Wilayah

Baru pindah rumah dan tidak tahu masuk ke wilayah mana dan harus menghubungi siapa?

Jangan panik! Mang Umar ada solusinya! Silahkan kamu cek link ini untuk mencari data wilayah di paroki St. Martinus

Jadwal Pelayanan Sekretariat

Senin, Rabu, Kamis, Jumat: 07.30 – 12.00 & 16.40 – 19.00
Selasa, Sabtu: 07.30 – 12.00
Hari Minggu dan hari libur tutup

Alamat Sekretariat
Komplek Kopo Permai Blok H No. 4
Telp. 022-540-4263
Whatsapp +62 822-6055-3066

Jadwal Misa

Misa Harian
Senin – Sabtu di gereja pukul 06.00. Misa di Pastoran sementara waktu ditiadakan.

Minggu:
• 06.00
• 08.00
• 10.00

Sabtu:
• 18.00

COPYRIGHT © 2015 BERGEMA BY TIM KOMSOS ST. MARTINUS.