Memahami dan Menikmati Kidung Agung 7:6-13

Teks ini melanjutkan apa yang ada dalam bagian sebelumnya yaitu pujian mempelai laki-laki terhadap mempelai perempuan. Pujian itu dilanjutkan di sini, walau ada judul “Kenikmatan cinta.” Judul ini memberi kesan bahwa ini adalah penggalan lain. Tetapi masih sinambung dengan bagian terdahulu. Di bagian akhir penggalan terdahulu, mempelai laki-laki memuji kepala dan rambut sang kekasih (Kid 7:5).

Sekarang dalam ayat 6 mempelai laki-laki memuji kecantikan mempelai perempuan secara keseluruhan dan ia membandingkan kecantikan itu dengan yang lain: jika dibandingkan dengan segala sesuatu yang disenangi manusia di dunia, maka kecantikan mempelai perempuan itu tidak tertandingi. Setelah itu, dalam ayat 7 ia memuji kembali kecantikan tubuh si kekasih dengan memakai metafora flora yaitu memakai pohon kurma untuk melukiskan tubuh sang kekasih yang ramping dan tinggi semampai. Yang ia bayangkan ialah pohon kurma yang tumbuh di padang pasir dengan gundukan pasir yang indah melengkung, yang ia bayangkan sebagai buah dada (ay 7b). Tidak segan-segan mempelai pria menyatakan keinginannya untuk memanjat pohon kurma itu dan memegang gugusannya (ay 8ab). Lagi-lagi dalam ayat 8c ia memakai metafora flora (buah anggur) untuk melukiskan keindahan buah dada sang kekasih dan mengibaratkan aroma nafasnya dengan aroma buah apel (ay 8d). Selanjutnya ia tidak lagi berfokus pada kecantikan badani, melainkan berbicara tentang kata-kata yang keluar dari mulut sang kekasih. Sebagaimana kemolekan tubuhnya, demikianlah juga kata-kata yang keluar dari mulutnya, manis bagaikan anggur (ayat 9a). Keindahan dan kemanisan kata-katanya tidak akan habis atau berkesudahan, sebab kemanisan itu akan selalu melimpahi dia (ay 9b). Bahkan kata-kata yang terucap dalam igauan tidur pun tetap indah karena ia mengalir dari sumber keindahan abadi (ay 9c). Ia merasa bahagia karenanya dan karena itu ia tidak malu mengakui bahwa dia adalah kekasihnya, yang kepadanya gairah cintanya tertuju selamanya (ayat 10).

Atas dasar itu kita bisa memahami bahwa sang mempelai laki-laki mengajak sang mempelai perempuan untuk bermalam di sana di antara kembang- kembang pacar (ay 11). Ia mengajak mempelai perempuan untuk pergi menikmati keindahan alam, mengamati apakah semua keindahan alam itu sudah menampakkan kemolekan mereka pada waktunya (ay 12abc). Tetapi tidak lupa di bagian akhir ayat 12 (12d) sang mempelai laki-laki mengisyaratkan bahwa di dalam proses menikmati keindahan alam itu, mereka juga akan memadu kasih: “Di sana aku akan memberikan cintaku kepadamu!”
Tetapi semuanya itu masih dalam bayang-bayang dan kegairahan cintanya. Di dalam kegairahan cinta itu, sang mempelai laki-laki membayangkan rumah alam (rumah di tengah alam) yang dihiasi secara natural dengan aroma bebuahan dan bebungaan (ay 13ab). Ia membayangkan ruangan tempat pesta cinta dilaksanakan, ruang yang penuh bebuahan yang sangat istimewa. Sedemikian istimewanya sehingga ia menyimpannya secara khusus hanya untuk sang kekasihnya (ay 13c).

Di bagian akhir catatan ini saya mau mengatakan bahwa semua ibarat cinta yang sangat menyerempet erotisme ini mengibaratkan cinta dan kerinduan manusia akan Tuhan. Kerinduan itu sangat kuat dan ia memakai bahasa cinta yang sangat kuat untuk melukiskannya. Mungkin seperti dikatakan si pemazmur yang mengambil metafora fauna untuk melukiskan kerinduan itu tatkala ia mengambil perumpamaan rusa yang haus yang sangat rindu akan air, begitulah juga jiwa manusia sangat rindu akan Allah (Mzm 42:2). Kerinduan seperti itulah yang dilukiskan Kidung Agung.

Baptisan:
Baptisan balita diadakan per 2 minggu sekali, baptisan dewasa per 1 tahun sekali.

Formulir dapat diunduh melalui tautan berikut:


Pernikahan:

Sakramen pernikahan dapat diadakan pada hari Sabtu atau Minggu. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Perminyakan:
Sakramen perminyakan sesuai dengan janji. Hubungi sekretariat di tautan berikut untuk informasi lebih lanjut.

Data Wilayah

Baru pindah rumah dan tidak tahu masuk ke wilayah mana dan harus menghubungi siapa?

Jangan panik! Mang Umar ada solusinya! Silahkan kamu cek link ini untuk mencari data wilayah di paroki St. Martinus

Jadwal Pelayanan Sekretariat

Senin, Rabu, Kamis, Jumat: 07.30 – 12.00 & 16.40 – 19.00
Selasa, Sabtu: 07.30 – 12.00
Hari Minggu dan hari libur tutup

Alamat Sekretariat
Komplek Kopo Permai Blok H No. 4
Telp. 022-540-4263
Whatsapp +62 822-6055-3066

Jadwal Misa

Misa Harian
Senin – Sabtu di gereja pukul 06.00. Misa di Pastoran sementara waktu ditiadakan.

Minggu:
• 06.00
• 08.00
• 10.00

Sabtu:
• 18.00

COPYRIGHT © 2015 BERGEMA BY TIM KOMSOS ST. MARTINUS.