Duduk
Umat akan mendengarkan khotbah dengan posisi duduk. Posisi ini dinilai dapat memberi kenyamanan dan keleluasaan kepada umat agar dapat mendengarkan khotbah dengan tenang. Sehingga umat juga dapat mendengarkan dengan perhatian penuh dan berkonsentrasi pada firman.
Mengatupkan tangan
Mengatupkan tangan biasanya dilakukan umat Kristiani ketika sedang berdoa. Dengan mengatupkan tangan diharapkan bahwa kita dapat memusatkan pikiran kepada Kristus dan melupakan sejenak kesibukan duniawi. Setelah beraktifitas seharian, hendaknya kita mengambil waktu untuk menyadari bahwa Kristus hadir.
Mengecup
Mengecup dilakukan umat Katolik untuk menghormati benda-benda suci. Mengecup biasa dilakukan dalam beberapa acara, diantaranya: Mengecup sebagai tanda penghormatan terhadap barang-barang suci, misalkan alba, amik, stola, kasula, dan lain sebagainya. Mengecup juga dilakukan oleh imam pada altar saat sebelum dan sesudah perayaan ekaristi. Tujuannya adalah sebagai tanda penghormatan kepada meja perjamuan Tuhan dan menghormati Allah yang hadir di tengah-tengah ibadah. Saat peringatan Jumat agung, semua umat yang hadir dalam ibadah Jumat Agung diberi kesempatan untuk mengecup salib, atau lebih tepatnya yaitu luka pada kaki Yesus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Yesus karena pengorbanan-Nya yang rela mati di kayu salib.
Berdoa dengan tangan terentang
Sikap merentangkan tangan biasa dilakukan imam ketika sedang memimpin doa. Sikap ini menandakan bahwa seseorang sedang menyerahkan diri kepada Bapa. Selain itu, sikap merentangkan tangan juga mengingatkan kita akan peristiwa Yesus yang rela merentangkan tangan-Nya di kayu salib. Selain dilakukan oleh imam, sikap ini juga biasa dilakukan oleh umat ketika sedang berdoa untuk mengekspresikan penyerahan diri dan kebutuhannya akan kehadiran Yesus.